Home » Artikel » Sejarah pembuatan karet gelang

Sejarah pembuatan karet gelang

Jun
24
2017
by : Gelang Karet Bandung . Posted in : Artikel

Indonesia merupakan negara yang sebagian besar wilayahnya adalah perkebunan. Terdapat macam – macam tanaman  dari wilayah perkebunan contohnya adalah karet alam. Karet alam menghasilkan lateks yang dapat dibuat bermacam – macam produk olahan lateks, karet gelang adalah produk olahan lateks yang biasanya dikenal oleh orang. Karet gelang atau gelang karet adalah potongan karet berbentuk gelang yang dibuat untuk mengikat barang. Karet gelang terdiri dari berbagai macam ukuran, dari yang besar hingga yang kecil, dari yang tebal hingga yang tipis. Bahan baku karet gelang adalah karet alam hingga berwarna kuning, sedang karet gelang yang berwarna – warni  perlu ditambahkan bahan pewarna. Dalam perkembangannya karet gelang tidak hanya berfungsi untuk mengikat atau sebagai tali saja akan tetapi telah berkembang menjadi sebuah industry kreatif yang banyak menarik minat para remaja.

Dewasa ini gelang karet telah banyak di pakai sebagai sarana atau media promosi, tanda atau identitas sebuah komunitas atau sekedar sebagai perhiasan yang di pakai oleh kalangan muda. Oleh sebab itu di jaman modern ini terus berkembang industry kreatif dari souvenir karet yang dapat di sulap dalam berbagai bentuk dan model sesuai dengan kebutuhan para pemakainya.

Sejarah Karet Gelang

Karet gelang adalah salah satu produk terbaik pada abad keduapuluh, yang digunakan oleh banyak orang dan industry dalam berbagai bentuk dan tujuan. Konsumen terbesar karet gelang di dunia adalah Kantor pos United State, yang memesan jutaan pound setiap tahunnya untuk digunakan dalam sorting dan mengirim tumpukan surat. Industri Koran juga menggunakan karet gelang secara besar-esaran untuk menjaga Koran tergulung dan terikat bersama sebelum dikirimkan ke rumah warga. Di lain sisi, konsumen besarnya adalah industry hasil pertanian. Industri bunga membeli karet gelang untuk menyatukan bouquets atau digunakan untuk menyatukan pita disekitar daun bunga terutama tulip untuk mencegah agar tidak dibuka saat transit. Sayuran seperti seledri biasanya diikat bersama dengan karet gelang, dan plastic menutupi permukaan disekitar beri, brokoli, dan bunga kol sering diamankan dengan karet gelang. Dari semuanya, lebih dari 30 juta pounds karet gelang dijual di United States tiap tahunnya.

Karet, yang diturunkan dari tanaman yang tumbuh baik di iklim katulistiwa, pertama ditemukan oleh penjelajah Eropa di Amerika, dimana Christoper Columbus menemukan Suku Mayan Indians menggunakan sepatu anti air dan botol yang terbuat dari suatu zat. Rasa ingin tahunya tergugah, dia membawa sebagian barang Karet Suku Maya dalam sekembalinya ke Eropa. Setelah beberapa tahun berikutnya, penjelajah Eropa lainnya mengikuti. Kata Karet lahir pada tahun 1770, ketika peneliti Inggris bernama Joseph Priestley menemukan potongan keras karet dapat menghapus tanda pensil. Pada akhir abad 18, peneliti Eropa menemukan bahwa karet terlarut dapat mengahailkan cairan yang dapat digunakan sebagai baju anti air.

Namun, pada awal abad 19, karet alami menhasilkan  beberapa  tantangan teknis. Sementara karet ini memiliki kegunaan yang sangat potensial untuk dikembangkan, tak ada satu orang pun yang mampu untukmengetahui ini dari dimana karet ini dapat digunakan secara komersial. Karet menjadi cepat kering dan rapuh saat dinginnya musim salju Eropa. Buruknya lagi, karet ini menjadi lembab dan panas saat musim panas.

Seorang penemu dari Amerika Charles Goodyear melakukan percobaan dengan metode menghaluskan karet alami dalam waktu satu decade sebelum kejadian  yang mengkinkannya untuk menguasai masalah karet yang tak dapat diproses ini. Suatu hari, saat 1839, Goodyear meningggalkan sebatang karet mentah diatas kompor panas, bersama dengan sulfur dan timah. Saat menemukan “kesalahan” yang ia buat, Goodyear  dengan senang hati menyadari bahwa karet memiliki banyak sekali kekentalan dan tekstur yang berguna. Setelah lima tahun berikutnya, da menyempurnakan proses pengubahan karet alam menjadi komoditas yang berguna. Proses ini, yang Goodyear sebut dengan vulkanisasi setelah Dewa Api Roman, mampu mengembangkan industry karet modern.

Gelang karet distro

Gelang karet distro

Karet gelang pertama dikembangkan 1843, ketika orang inggris bernama Thomas Hancock mengiris botol karet yang dibuat oleh orang Indian baru. Walaupun karet gelang pertama ini digunakan sebagai ikat kaos kaki, ikat pinggang, kegunaannya terbatas karena tidak divulkanisasi. Hancock sendiri tidak pernah memvulkanisasi penemuannya, tetapi dia mengingatkan industry karet untuk mengembangkan mesin mastivator, seorang pelopor mesin penggiling karet modern yang digunakan dalam pabrik karet gelang sebaik produk yang lain. Pada 1845, teman sebangsanya Stephen Perry mematenkan karet gelang dan membuka pabrik karet gelang pertama. Dengan kontribusi kombinasi Goodyear, Hancock, and Perry, pembuatan karet gelang efektif menjadi mungkin.

Setelah lateks dipanen dan dimurnikan, lalu dikombinasikan dengan asam asetat atau asam format untuk membetnuk  lempengan karet. Selanjutnya lembaran ditekan denuntuk menghilangkan air dan ditekan menjadi balok, biasanya 2 atau 3 kaki kuadrat. Karet kemudian di angkut ke pabrik karet, dimana lembaran akan divulkanisasi, pigmen untuk mewarnainya, dan bahan kimia lainnya untuk meningkatkan atau mengurangi elastisitas karet gelang yang dihasilkn. Setelah digiling, potnmgan karet panas dimasukkan kedalam mesin ekstruder yang menekan karet panjang keluar, membentuk pipa berlubang.

Pada akhir abad 19, pabrik karet British dimulai untuk membangun perkembangan penanaman karet di koloni British seperti Malaysia dan Ceylon. Penanaman karet tumbuh dengan subur di iklim tropis di Asia Tenggara, dan industry karet Eropa  tumbuh dengan baik, karena sekarang hal ini dapat menghindari biaya impor karet dari Amerika.

Kegunaan Karet Gelang

Di beberapa negara, ukuran karet gelang diatur sesuai standar yang berlaku dinegara tersebut. Sebuah karet gelang mempunyai panjang, lebar, dan tinggi. Panjang karet gelang adalah setengah dari garis keliling. Tinggi karet gelang merupakan jarak dari garis dalam hingga garis luar. Lebar karet gelang adalah ketebalan karet gelang sewaktu dipotong-potong dari silinder karet yang panjang. Seorang penemu dan usahawan berkebangsaan Inggris bernama Stephen Perry merupakan orang pertama yang berhasil memperoleh paten untuk karet gelang. Stephen Perry yang mempunyai perusahaan karet vulkanisi rmemperoleh paten untuk karet gelang pada tanggal17 Mei 1845. Karet gelang yang dipatenkan Perry berbeda dengan karet gelang yang ada sekarang. Karet gelang zaman sekarang sudah mengalamivulkanisasi, sehingga karet lebih elastis, tahan lama dan pastinya lebih bermanfaat. Karet gelang bersifat elastic sehingga sangat berguna untuk membantu pekerjaan ikat mengikat.

Karet gelang sering dipakai untuk mengikatkan bungkusan nasi bungkus, gado-gado dan makanan lain yang dibungkus kertas atau daun pisang. Kantong plastik berisi gula, kacang tanah, atau bahan makanan lain bisa mudah diikat dengan karet gelang. Karet gelang bisa dipakai mengikat atau menguncir rambut. Karet gelang yang diikatkan di ujung pensil bisa berfungsi sebagai penghapus.

Karet gelang digunakan sebagai penggerak pada baling-baling pesawat terbang model atau mainan mekanis lainnya. Karet gelang adalah “produk matang,” namun dipasaran perkembangannya tidak secepat seperti beberapa tahun yang lalu. Namun demikian, permintaan karet gelang tidak mungkin jatuh secara dramatis di masa depan. Oleh karena itu mari kita lihat proses pembuatannya.

 

 Bahan Baku Pembuatan Karet Gelang

Bahan baku utama yang digunakan dalam pembuatan karet gelang adalah lateks dari pohon karet. Lateks adalah getah kental, seringkali mirip susu, yang dihasilkan banyak tumbuhan dan membeku ketika terkena udara bebas. Selain tumbuhan, beberapa jamur juga diketahui menghasilkan cairan kental mirip lateks. Pada tumbuhan, lateks diproduksi oleh sel-sel yang membentuk suatu pembuluh tersendiri, disebut pembuluh lateks. Sel-sel ini berada di sekitar pembuluh tapis (floam)) dan memiliki inti banyak dan memproduksi butiran-butiran kecil lateks di bagian sitosolnya. Apabila jaringan pembuluh sel ini terbuka, misalnya karena keratan, akan terjadi proses pelepasan butiran-butiran ini ke pembuluh dan keluar sebagai getah kental. Lateks terdiri atas partikel karet dan bahan bukan karet (non-rubber) yang terdispersi di dalam air. Lateks juga merupakan suatu larutan koloid dengan partikel karet dan bukan karet yang tersuspensi di dalam suatu media yang mengandung berbagai macam zat. Di dalam lateks mengandung 25-40% bahan karet mentah (crude rubber) dan 60-75% serum yang terdiri dari air dan zat yang terlarut. Bahan karet mentah mengandung 90-95% karet murni, 2-3% protein, 1-2% asam lemak, 0.2% gula, 0.5% jenis garam dari Na, K, Mg, Cn, Cu,Mn dan Fe. Partikel karet tersuspensi atau tersebar secara merata dalam serum lateks dengan ukuran 0.04-3.00 mikron dengan bentuk partikel bulat sampai lonjong.

Lateks merupakan emulsi kompleks yang mengandung protein, alkalodi, pati, gula,  (poli).  Pada banyak tumbuhan lateks biasanya berwarna putih, namun ada juga yang berwarna kuning, jingga, atau merah. Susunan bahan lateks dapat dibagi menjadi dua komponen. Komponen pertama adalah bagian yang mendispersikan atau memancarkan bahan-bahan yang terkandung secara merata yang disebut serum. Bahan-bahan bukan karet yang terlarut dalam air, seperti protein, garam-garam mineral, enzim dan lainnya termasuk ke dalam serum. Komponen kedua adalah bagian yang didispersikan, terdiri dari butir-butir karet yang dikelilingi lapisan tipis protein. Bahan bukan karet yang jumlahnya relatif kecil ternyata mempunyai peran penting dalam mengendalikan kestabilan sifat lateks dan karetnya. Lateks merupakan suspensi koloidal dari air dan bahan-bahan kimia yang terkandung di dalamnya. Bagian-bagian yang terkandung tersebut tidak larut sempurna, melainkan terpencar secara homogen atau merata di dalam air. Partikel karet di dalam lateks terletak tidak saling berdekatan, melainkan saling menjauh karena masing-masing partikel memiliki muatan listrik. Gaya tolak menolak muatan listrik ini menimbulkan gerak brown. Di dalam lateks, isoprene diselimuti oleh lapisan protein sehingga partikel karet bermuatan listrik.

 Tahap Pembuatan Karet Gelang

Adapun tahap-tahap pembuatan karet gelang terdiri dari tahapan berikut.

  1. Pengolahan Lateks Alam

Tahap awal proses adalah memanen lateks yang biasanya dari pohon karet, sebelum proses engepakan dan pengiriman. Langkah pertama dalam mengolah lateks adalah pemurnian, yang berusaha untuk membuang unsur-unsur penyusun lain selain karet dan untuk menyaring kotoran seperti getah pohon dan serpihan batang.

Karet yang dimurnikan dikumpulkan di dalam tong besar. Ditambahkan asam asetat atau asam format, partikel karet saling melekat bersama-sama membentuk lembaran.

Selanjutnya, lembaran dijepitkan antara rol untuk membuang kelebihan air dan ditekan membentuk bal atau balok, biasanya berukuran 2 atau 3 kaki persegi (atau 6,9 m2), siap untuk pengiriman ke pabrik. Ukuran blok tergantung pada perkebunan individu yang mengakomodasi.

2. Pencampuran dan Penggilingan

Karet tersebut kemudian dikirimkan ke pabrik karet. Disini, lembaran dipotong menjadi potongan kecil dengan mesin pemotong. Kemudian, banyak pabrik menggunakan Banbury Mixer, ditemukan pada tahun 1916 oleh Femely H. Banbury. Mesin ini mencampur karet dengan bahan lainnya – sulfur digunakan untuk memvulkanisasi, pigmen untuk mewarnainya, dan zat kimia lainnya untuk meningkatkan atau menghilangkan elastisitas karet gelang yang dihasilkan. Walaupun beberapa perusahaan tidak menambahkan bahan ini sampai pada tahap selanjutnya (penggilingan), mesin Banbury mengintegrasikan mereka untuk lebih teliti, memproduksi produk yang lebih seragam.

Penggilingan, tahap produksi berikutnya, memerlukan pemanasan karet (massa dicampur sampai campur, jika tidak maka pisahkan) dan remas seara mendatar di mesin giling.

3. Ekstruksi

Setelah dipanaskan, karet yang sudah rata meninggalkan mesin giling, terpotong menjadi strip. Masih dalam keadaan panas dari penggilingan, strip dimasukkan ke dalam mesin ekstruksi menekan karet keluar berbentuk panjang, tabung hampa (seperti kebanyakan gilingan daging yang menghasilkan string daging yang panjang). Kelebihan karet yang ada di sekitar kepala tiap mesin ekstruksi, dan karet ini kemudian dipotong,dikumpulkan, dan diletakkan kembali dengan karet masuk ke mesin penggiling.

4. Pengawetan (Curing)

Tabung karet kemudian dipaksa keluar dari tiang aluminium disebut Mandrels, lalu diberi bedak untuk menjaga agar tidak lengket. Meskipun karet telah divulkanisasi pada saat ini masih agak rapuh dan perlu diolah kembali sebelum menjadi elastis dan dapat digunakan. Untuk mencapai hal ini karet bentuk pipa dimuat ke rak yang dikukus dan dipanaskan dalam mesin besar.

5. Quality Control

    Sampel karet gelang dari tiap batch dikenakan berbagai tes kualitas. Salah satu tes pengukurannya adalah modulus, atau seberapa kuat karet gelang kembali ke bentuk semula: sebuah karet gelang yang kuat harus kembali lagi ketika ditarik, sementara karet gelang dibuat untuk mengamankan benda rapuh maka harus kembali ke bentuk semula dengan lembut. Tes lainnya adalah untuk elongation (pemanjangan), menentukan seberapa jauh karet gelang akan meregang, hal ini tergantung pada presentase karet pada karet gelang: semakin banyak karet, maka semakin jauh karet gelang meregang. Tes ketiga umumnya adalah break strength (kekuatan patah), atau seberapa kuat karet gelang menahan tegangan normal. Jika 90% sampel karet gelang dalam sebuah batch lulus tes tertentu, maka pindah ke tes berikutnya; jika 90% lulus semua tes, maka batch dianggap telah siap dipasarkan.

Perkembangan Karet Gelang dalam Industri Kreatif

Dengan semakin berkembangnya tekhnologi kreatif saat ini, proses pembuatan gelang karet tidak murni dari bahan lateks alam akan tetapi menggunakan bahan CBR yang merupakan campuran dari bahan karet cair yang saat ini banyak di gunakan industry otomotif.

Gelang karet band musik

Gelang karet band musik

Dewasa ini banyak bermunculan home industry yang memproduksi souvenir dari bahan dasar karet sintetis dengan fungsi untuk media promosi baik di pakai perusahaan maupun perorangan, di pasaran kita dapat dengan mudah menjumpai berbagai asesories yang terbuat dari bahan dasar karet sintetis seperti gantungan kunci karet, label karet dan berbagai souvenir yang di pakai untuk keperluan industry fashion maupun otomotif.

Tingginya permintaan pasar akan sarana promosi yang murah dan menarik, maka industry kreatif dengan bahan dasar karet sintetis semakin berkembang terutama di Kota Bandung yang terkenal sebagai kota dengan perkembangan industry kreatif yang terus menggeliat, banyak ide-ide baru lahir dari kota kembang ini.

Tidak heran jika kebanyakan vendor gelang karet berada di Kota Kembang,  Anda dapat dengan mudah memesan berbagai souvenir karet ini dengan berbagai bentuk dan design yang di inginkan tentunya dengan harga yang murah he he..

Biasanya para produsen gelang karet ini memberikan order minimum sebanyak 100 pcs dengan rentang harga sekitar 8500/pcs, harga ini masih bervariasi sesuai dengan tingkat kesulitan design, banyak sedikitnya order. Semakin banyak order maka harga akan semakin murah.

Macam-macam Souvenir berbahan dasar karet sintetis

Pada umumnya souvenir karet ini dapat di buat dalam berbagai bentuk dan model sesuai keinginan pembeli, pada umumnya souvenir karet sintetis dapat di buat beberapa macam di antaranya :

  1. Gelang karet logo timbul yaitu gelang karet dengan logo dan tulisan timbul, tulisan dan logo karet lebih tinggi dari permukaan gelang
  2. Gelang karet logo sejajar yaitu gelang karet dengan tulisan sejajar dengan permukaan gelang
  3. Gelang karet emboss yaitu gelang dengan tulisan lebih rendah dari permukaan gelang.
  4. Gelang karet kancing yaitu gelang karet dengan menggunakan sambungan kancing
  5. Gantungan kunci karet
  6. Bag tag Karet
  7. Label Karet
  8. Sarung flasdisk karet
  9. Zipper Puller
  10. Tatakan karet
  11. Tempelan Kulkas Karet
  12. Souvenir karet glow in the dark

Semua jenis souvenir di atas dapat di pesan dengan design dan tulisan dari pembeli/design sendiri, sehingga anda dapat berkreasi untuk membuat design yang menarik dan sesuai dengan keinginan.

Anda tertarik untuk mencobanya?…

UNTUK HARGA SOUVENIR KARET DAPAT DI LIHAT DI SINI

Gelang Karet Konser

Gelang Karet Konser

Leave a Reply

freebanner4uSERIBU KAWANbertaubatlahiklanseribuartissexy17freebacklinks4usatriopiningitkatamutiara4usehatwalafiahiniinfo4uiklansahabat2billiontraffic4uiklanwargaseribusayangbloggratiss4usurgalokaSERBA SERBISENI LUKISTEMPLATE GRATISWARGA BISNISAGUS FAUZY4905GOBLOGANEKA VIDEOFECEBLOG 4UIsangrajamayasurgawebbabulfatahbacklinkgratis4uBUSANA MUSLIMseribukatamutiaramajelisrasulullahSERIBU KAWAN
Vendor Gelang Karet Distro|Gantungan Kunci Karet
Kp. Dangdeur, Rt. 03/18 Desa Ciapus Kec. Banjaran
Phone 085-724-011-742
Copyright © 2016